Aku Berhak

Bookmark this
March 17, 2020 By Esther Idayanti

Suatu saat terjadi sedikit kekacauan dalam pendaftaran seminar. Acara sudah hampir mulai, tetapi orang masih berdesak-desak karena ternyata sistemnya bermasalah. Lalu seorang bapak yang tidak sabar berkata, “Anda tidak tahu siapa saya?” Bapak ini secara tidak langsung berkata, “Saya berhak didahulukan.”

Bapak ini tidak sendirian, karena dalam budaya saat ini kita sering melihat mentalitas yang sama. Orang berkata, “Saya berhak mendapatkan lebih dari ini dan diperlakukan secara berbeda..” Namanya “entitlement” atau sikap “saya berhak.”

Sikap ini ada bahayanya. Kalau seorang karyawan berkata, “Aku seharusnya mendapatkan gaji lebih dari ini,” maka ia akan kerja seadanya. Kalau seorang suami berkata, “Aku seharusnya mendapat perhatian yang lebih baik,” maka ia mudah tergoda oleh perhatian perempuan lain. Kalau seorang pemimpin berkata, “Aku berhak mendapatkan perlakuan yang berbeda,” maka ia cenderung menjadi sombong, lalu bersikap sewenang-wenang, “Orang lain tidak boleh, tetapi saya boleh.” Inilah yang membuat banyak pemimpin jatuh. Bahkan, ada orang-orang yang berpikir bahwa seharusnya hidupnya nyaman dan aman karena ia telah banyak beramal dan beribadah. Ia merasa berhak mendapatkan perlakuan istimewa dari Tuhan, sehingga kalau masalah melanda, ia marah pada Tuhan.

Sikap “saya berhak” ini membuat seseorang mudah jengkel bila tidak mendapatkan perlakuan istimewa. “Entitlement” juga berbahaya karena merusak hubungan. Kita menganggap orang lain kurang baik dan menuntut mereka memberi lebih. Kerugian lainnya adalah sikap ini membuat kita menurunkan standar, “Untuk apa memberi yang terbaikk kalau cuma digaji sekian?” Lalu hilanglah kesempatan dipromosikan. Satu-satunya obat penawar untuk sikap “entitlement” ini adalah mengucap syukur. Sikap menuntut akan menghancurkan kebahagiaan, sebaliknya bersyukur akan meningkatkan kebahagiaan Anda. (Esther Idayanti)

KETIKA KITA FOKUS UNTUK MENUNTUT, BUKAN BERUSAHA UNTUK MENDAPATKANNYA MELALUI KERJA KERAS, KITA MEMPOSISIKAN DIRI UNTUK GAGAL.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.