Selingkuh

Bookmark this
March 16, 2020 By Esther Idayanti

Ada rekan berkata, "99% pria itu selingkuh." Saya sebenarnya ingin mengkoreksi, bukan 99% tetapi 100% pria selingkuh, bila survei dilakukan pada pengunjung klub malam esek-esek di wilayah tertentu. Tetapi, bila survei diadakan di lingkungan yang saya kenal, angka itu menurun drastis hingga satu digit, bahkan kalau survei diadakan di biara, saya rasa angka itu mendekati 0%.

Tidak semua pria selingkuh, seperti juga tidak semua perempuan suka shopping. Memang ada pria-pria yang selingkuh, dan jumlahnya mungkin tidak sedikit. Tetapi tidak semua pria seperti itu. Ada pria-pria yang setia. Ini harapan buat teman-teman yang hendak melangsungkan pernikahan, jangan takut.

Sebenarnya tidak ada satu orang pun yang di hari pernikahannya berpikir, "Ah ntar saya mau selingkuh, biar anak-anak saya membenci saya, lalu pernikahan ini bubar. Betapa menyenangkan!" Hanya orang bodoh yang berpikiran demikian.

Tetapi bila terjadi perselingkuhan dalam pernikahan, berarti ada sesuatu yang salah. Entah sesuatu itu dalam diri orang tersebut, atau dalam interaksi di pernikahan, alias ada peran pasangan yang memicu perselingkuhan. Apapun penyebabnya, sebenarnya hal itu bisa diperbaiki. Perselingkuhan tidak harus berakhir dengan perceraian. Cari konselor pernikahan dan berubah. Beberapa pernikahan menjadi lebih baik dari sebelumnya karena pasangan menjadi terbuka dan menyadari kekurangan diri dan pernikahannya, untuk kemudian diperbaiki.

Cinta memang penuh risiko, risiko tidak dibalas atau kehilangan cinta. Tetapi cinta sangat berharga, sehingga layak untuk diperjuangkan. Justru cinta menjadi sangat berharga, ketika seseorang bersedia melalui penderitaan untuk tetap mendampingi pasangannya yang sedang salah jalan, dan mendoakannya untuk kembali.

Bagi kita semua yang menikah, beri ekstra pagar dan berhati-hati agar kita tidak "terpeleset". Biarlah kita tujukan pandangan kita ke garis finish, dan mendapatkan medali dengan catatan "Setia sampai akhir." (Esther Idayanti)

SELINGKUH ITU GAMPANG. COBALAH SESUATU YANG LEBIH MENANTANG, SEPERTI: SETIA.

Written by

Esther Idayanti



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.