Seni Membangun Hubungan

Bookmark this
April 19, 2019

THE ART OF RELATIONSHIP

 

Saya percaya bahwa kalau kita fokus kepada Tuhan, maka Ia akan membuat kita berdampak. Tetapi bukan karena kemampuan kita, namun semata-mata hanya karena kasih karunia-Nya. Ada orang berpikir ia bisa bahagia karena memiliki pekerjaan yang ia sukai, karena targetnya tercapai, karena mempunyai kekayaan, atau karena ia terjun ke dalam pelayanan. Semua itu bukanlah jaminan untuk kita mendapatkan kebahagiaan. Kita hanya bisa mendapatkan kebahagiaan di dalam pribadi Tuhan.

 

Dalam kesempatan pagi ini saya akan berbicara mengenai Seni Membangun Hubungan (The Art of Relationship). Saya mengatakan ini adalah seni sebab sulit dipahami dengan akal, logika, atau ilmu pengetahuan. Orang yang mengerti seni akan menghargai seni. Karena itulah kadang hal membangun hubungan ini sulit dimengerti.

Hubungan antar suami dan istri, anak dan orang tua, rekan kerja atau pelayanan juga sulit dimengerti. Ketika kita mencoba mengerti dengan nalar dan logika kadang seperti tidak ada kaitannya.

 

Hal membangun hubungan saya katakan adalah sebuah seni karena berurusan dengan manusia, bukan benda dan manusia bisa berubah dari waktu ke waktu dan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Ditambah lagi dengan sifat, motivasi, kepentingan dan latar belakang yang berbeda. Ketika kita tidak mengerti, maka kita akan salah dalam mengartikan hubungan. Kita pun harus mengerti bahwa hanya melalui hubunganlah kita bisa membawa dampak.

 

Hubungan itu penting dan merupakan esensi manusia sebab manusia tidak diciptakan untuk sendirian. Setelah diciptakan di hari keenam, Tuhan mengajak manusia untuk bersekutu – membangun hubungan – dengan-Nya. Dan oleh sebab itu yang pertama kali dibutuhkan oleh manusia adalah hubungan pribadi dengan Tuhan.

 

Dalam Kejadian 2:18 kita membaca bahwa dari semula Tuhan sedang merancang bahwa tidak baik untuk manusia seorang diri. Itu artinya Tuhan menginginkan kita mempunyai hubungan dan komunitas. Kita diciptakan sebagai makhluk sosial dan kita tidak akan bisa membawa dampak kalau kita sendirian. Di dalam Markus 12:13 kembali kita melihat pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan dan mengasihi sesama kita.

 

Dalam membangun hubungan, kunci utama adalah Tuhan, lalu sesama dan terakhir adalah diri sendiri. Kekristenan bukanlah sebuah ritual, melainkan sebuah hubungan.

Pengaruh terjadi karena hubungan, lebih daripada pengetahuan” – LAS. Hubungan membuat kita bisa membawa dampak (pengaruh). Hal-hal yang perlu diwaspadai dalam membangun hubungan antara lain sosial media, pengejaran akan hal-hal yang keliru yang menyebabkan pergeseran nilai, tuntutan dalam pekerjaan yang membuat kita tidak mempunyai waktu.

 

Membangun dan memelihara hubungan merupakan hal yang esensial bagi manusia agar menjadi sehat, utuh, bahagia, dan produktif” – LAS. Itulah sebabnya penting bagi kita untuk membangun hubungan dengan sesama, terutama dengan Tuhan. Jadi penting sekali bagi setiap kita untuk tergabung di HoME, terlibat dalam komunitas. Hubungan juga membuat kita semakin dewasa dan berubah.

 

Semakin dekat hubungan seseorang, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, terjadi perubahan yang membuat hidupnya menjadi lebih baik. Kedua, bisa timbul kebencian. Lewat hubungan kita saling mengubahkan, diajar, dibina, diarahkan.

 

Apa yang kita perlu lakukan untuk membangun hubungan (sebagai sebuah seni)?

 

1. Kita harus memiliki jati diri yang benar. Sebagai “zioners” kita perlu mengetahui jati diri kita di dalam Tuhan. Seseorang yang memiliki gambar diri yang keliru (minder, inferior) akan sulit untuk membangun hubungan. Belajarlah dari tokoh-tokoh dalam Akitab bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan membuat mereka memiliki jati diri yang benar. Ketika kita memiliki jati diri yang benar di dalam Tuhan, maka kita akan merasa aman.

 

2. Kita harus menjadi orang yang toleran. Toleran tidak sama dengan kompromi. Kita tidak boleh kompromi dengan dosa dan hal-hal yang bertentangan dengan firman. Toleran itu berkaitan dengan orang, sedangkan kompromi berkaitan dengan kebenaran dan nilai. Kita tidak mungkin bisa toleran apabila kita mengikuti kemauan kita sendiri atau mementingkan diri sendiri. Toleran artinya kita menghormati dan menghargai orang. Kita harus menghargai manusia bukan uangnya, jabatannya, kekayaannya.

 

Karena itu saya mengajak kita semua untuk belajar Seni Membangun Hubungan (The Art of Relationship).

 



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.