Unshakeable Life

Bookmark this

Banyak orang yang tidak menyadari keberadaan dirinya, mereka berasumsi bahwa mereka dapat selalu berhasil dengan apa yang mereka rencanakan. Mereka berpikir bahwa manusia dapat mengendalikan hidup.

Yakobus 4:13-16 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

Yeremia 10:23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Manusia tidak berkuasa atas hidupnya sendiri. Kia hidup oleh anugerah dan pertolongan Tuhan, dan oleh apa yang Tuhan sediakan. Fenomena COVID-19 di seluruh dunia, menunjukkan bahwa hidup manusia itu rapuh (fragile). Kita perlu Tuhan dan orang-orang yang berdoa untuk kita. Social distancing antara kita dan orang lain seharusnya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Ini adalah waktunya kita berdoa, menyembah Tuhan, dan membangun hubungan dengan Dia. Lewat masa-masa ini, Tuhan sedang mengajarkan bahwa kita tidak dapat hidup tanpa-Nya dan tanpa memiliki hubungan dengan-Nya.

Ibrani 12:26-29 mengatakan bahwa Tuhan akan menggoncangkan sekali lagi, bukan hanya bumi saja, tetapi juga langit supaya semua yang tergoncangkan hilang lenyap dan yang tidak tergoncangkan tinggal tetap. Kita berasal dari Kerajaan yang tidak tergoncangkan. Dalam waktu-waktu ini, mari kita semakin membangun hubungan dengan Tuhan dan mempersiapkan diri untuk memasuki goncangan yang lebih besar.

Wahyu 6:5-6 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Dalam Wahyu, dikatakan Tuhan juga akan menggoncangkan ekonomi. Timbangan identik dengan neraca. Secupak merupakan ukuran volume, yaitu sekitar 1 liter. Untuk membeli 1 liter gandum, dihargai 1 dinar, yaitu upah sehari. Jelai merupakan jenis makanan yang berkualitas rendah, 3 liter dihargai 1 dinar. Akan terjadi kemerosotan dalam kualitas hidup dan gangguan ekonomi. Masa-masa ini merupakan panggilan untuk kita menyadari bahwa jangan pernah ada jarak antara kita dengan Tuhan.

Mengapa Tuhan mengizinkan goncangan terjadi?
1. Menguji fondasi kehidupan kita. Setiap gempa bumi akan menguji kekuatan fondasi sebuah gedung. Banyak orang Kristen yang menjadikan uang, prestasi, koneksi, atau pengetahuan dan pengalaman sebagai fondasi hidupnya. Kita harus berdiri di atas kebenaran firman, karena firman Allah tidak akan tergoncangkan. Segala sesuatu akan hilang lenyap, tetapi firman-Nya akan tetap tinggal selama-lamanya. Jangan juga jadikan pelayanan atau sahabat, atau apapun sebagai pijakan kita. Tuhan akan menggoncangkan semua hal yang bisa Ia goncangkan. Tuhan harus menjadi batu karang kita.

2. Menghargai pemberian dan kesempatan selama ini di masa normal. Kita sering menyepelekan hal-hal yang ada dalam masa normal (take it for granted). Kita sering tidak menghargai waktu. Kita tidak memperhatikan perlunya membangun dan memelihara rumah tangga. Kita tidak menghargai berkat-berkat yang telah kita terima, pekerjaan yang kita lakukan, bisnis yang kita kerjakan, atau pelayanan. Dalam situasi normal, kita sering lupa apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Kondisi saat ini menyadarkan pentingnya keberadaan Tuhan dalam hidup kita, juga pentingnya hamba-hamba Tuhan. Hargailah setiap pemberian Tuhan.

3. Memisahkan umat-Nya. Dikatakan bahwa menjelang kedatangan Tuhan, akan ada pemisahan antara kambing dengan domba. Tuhan berkata bahwa penghakiman akan dimulai dari rumah Allah. 1 Petrus 4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Tuhan sedang memisahkan mereka yang benar-benar beriman, yang bukan hanya ke gereja, dan orang-orang yang sekedar memahami tetapi tidak memiliki iman. Tuhan sedang memisahkan orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan dengan orang yang sekedar menjalankan ritual. Tuhan sedang memisahkan murid dari kumpulan massa. Tuhan sedang memisahkan orang yang hidup kudus dengan orang yang hidup dalam kemunafikan. Ini waktunya kita masuk dalam kelompok domba Tuhan.

4. Menyadarkan umat Tuhan bahwa kita harus kembali dan bertobat pada-Nya. Bilangan 21:4-9 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. Banyak orang Kristen di hari-hari ini, bukan hanya melawan Allah, tetapi juga melawan pemimpin, dan sebaliknya. Seperti orang Israel yang tidak menghargai Tuhan dan pemimpin, Tuhan memberikan ular tedung untuk memagut mereka untuk membawa mereka kembali dan menghargai Tuhan dan pemimpinnya. Dan sangat menarik, Musa yang sudah direndahkan sedemikian oleh bangsanya, tetap berdoa untuk mereka.

5. Yesuslah jawaban. Silakan Anda membaca Lukas 8:22-25. Saat angin kencang datang, mengombang-ambingkan perahu, Yesus sedang tidur, sementara murid-murid ketakutan, sehingga mereka membangunkan Yesus. Murid-murid tentu lebih mengenal kondisi laut karena mereka adalah nelayan, sedangkan Yesus adalah tukang kayu. Saat masalah menghantam perahu, yang berpengalaman stres, sedangkan Tuhan tidur. Tuhan sedang mengajar kita bahwa sekalipun kita memiliki pengalaman dan kemampuan, tidak bisa menjawab masalah-masalah tertentu, hanya Yesus jawabannya. Biarlah Tuhan yang menjadi fokus sentral kita semua.

Bagaimana cara agar hidup kita tidak tergoncangkan?
1. Beriman dan mengandalkan Tuhan. Roma 1:17 berkata bahwa orang benar akan hidup oleh iman. Iman merupakan substansi yang nyata, bukan sekedar emosi, atau bukan sekedar pengetahuan dan pengertian. Kalau kita memiliki iman, kita bukan hanya berkata-kata, tetapi ada sesuatu yang benar-benar kita pegang. Bukan hanya percaya pada hal yang tidak kelihatan atau belum terjadi, tetapi kita percaya bahwa iman kita akan membuat sesuatu yang belum ada menjadi kenyataan. Iman dibangun di atas kebenaran, yaitu firman Kristus. Ayub membangun dirinya atas dasar iman dan kebenaran, dengan kondisinya yang begitu buruk, ia tetap berjalan dalam imannya kepada Tuhan. 
Yeremia 17:5-8 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan, tidak berarti bahwa panas terik tidak ada, tetapi ia tidak mengalaminya. Goncangan akan datang, tetapi Tuhan akan memeliharanya. Belajar untuk mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri.

2. Menjadi manusia baru. Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Mari kita mundur ke ayat sebelumnya, karena ayat Yesaya 43:2 ini tidak akan terjadi tanpa Yesaya 43:1. Yesaya 43:1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Tuhan berkata untuk menjadi seorang Yakub, itu hanya melalui penciptaan oleh Tuhan. Israel dan Yakub merupakan orang yang sama tetapi memiliki karakter yang berbeda. Israel merupakan Yakub yang telah berubah karakter dan sifatnya. Untuk menjadi Yakub, cukup melalui kelahiran, tetapi untuk menjadi Israel, perlu adanya proses pembentukan. Kita semua perlu dibentuk dan dibangun oleh Tuhan menjadi murid, bukan hanya lahir baru menjadi orang Kristen. Akar orang benar tidak akan pernah goncang. Amsal 12:3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang. Mari kita bertobat dan hidup benar, dibentuk oleh Tuhan. Sehingga saat goncangan terjadi, kita menjadi manusia yang tidak tergoncangkan, sungai tidak menghanyutkan, api tidak menghanguskan.

3. Hidup dalam rencana Tuhan dan taat kepada-Nya. Selama bangsa Israel hidup dalam rencana Tuhan, semua disediakan oleh-Nya, tidak pernah kekurangan. Dalam masa kekeringan 3 tahun, Elia dipelihara Tuhan. Kalau kita hidup dalam rencana Tuhan dan bukan rencana kita sendiri, Tuhanlah yang akan bertanggung jawab atas hidup kita. Dalam masa-masa ini, mari kita dengarkan suara Tuhan, apa yang Ia kehendaki dalam hidup kita. Ketaatan merupakan keputusan kita sendiri.

Mari kita periksa kesehatan rohani kita masing-masing. Apakah kita sudah berakarkan kebenaran? Goncangan di depan akan terus semakin besar, tetapi berbahagialah kita yang bermeteraikan Tuhan.



 

Mengunduh Artikel

Anda dapat mengunduh artikel yang anda tulis disini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tulisan anda harus sesuai dengan norma norma dengan ajaran Kristus.